RSS Feed

Chat with Me
Nov 28

Pulau Penyengat

Melayu  23 CommentsAdd Comment

Makam Engku Putri

Makam Engku Putri Permaisuri Sultan Mahmud ini terletak di pulau Penyengat Indra Sakti. Pulau Penyengat adalah milik Engku Putri, karena pulau ini dihadiahkan suaminya Sultan Mahmud Syah sebagai mas kawinnya sekitar tahun 1801-1802. Selain itu Engku Putri adalah pemegang regalia kerajaan Riau.

Bangunan makam terbuat dari beton, dikelilingi oleh pagar tembok pada tempat yang ketinggian. Dahulu atap bangunan makam dibuat bertingkat-tingkat dengan hiasan yang indah.

Di kompleks ini terdapat pula makam tokoh-tokoh terkemuka kerajaan Riau, seperti makam Raja Haji Abdullah (Marhum Mursyid)

Yang Dipertuan Muda Riau IX, makam raja Ali Haji, pujangga Riau yang terkenal “Gurindam Dua Belas”, makam Raja Haji Abdullah, makam Mahkamah Syariah kerajaan Riau-Lingga, makam Tengku Aisyah Putri – Yang Dipertuan Muda Riau IX, dan kerabat-kerabat Engku Putri yang lain.

Sejarah Riau mencatat bahwa Engku Putri (Raja Hamidah) adalah putri Raja Syahid Fisabilillah Marhum Teluk Ketapang – Yang Dipertuan Muda Riau IV – yang termashur sebagai pahlawan Riau dalam menentang penjajahan Belanda. Sebagai putri tokoh ternama, Engku Putri besar peranannya dalam pemerintahan kerajaan Riau, sebab selain memegang regalia (alat-alat kebesaran kerajaan) beliau adalah permaisuri Sultan Mahmud, dan tangan kanan dari Raja Jaafar – Yang Dipertuan Muda Riau VI.

Sebagai pemegang regalia kerajaan, beliau sangatlah menentukan dalam penabalan sultan, karena penabalan itu haruslah dengan regalia kerajaan. Engku putri pernah pula melakukan perjalanan ke beberapa daerah lain, seperti ke Sukadana, Mempawah dan lain-lain untuk mempererat tali persaudaraan antara kerajaan Riau dengan kerajaan yang dikunjunginya.

Tokoh ternama dari kerajaan Riau ini mangkat di pulau Penyengat bulan Juli tahun 1884.

Mesjid Raya Sultan Riau

Mesjid Raya Sultan Riau

Mesjid yang menjadi kebanggaan orang Melayu Riau ini didirikan pada tanggal 1 Syawal 1249 H (1832 M) atas prakarsa Raja Abdurrahman, Yang Dipertuan Muda Riau VII. Bangunan mesjid ini seluruhnya terbuat dari beton, berukuran 18 x 19,80 meter. Di bagian dalam ruang utama terdapat empat buah tiang utama. Pada keempat sudut bangunan berdiri empat buah menara, sedangkan atapnya terdiri dari 13 buah kubah yang unik. Cerita masyarakat tempatan menyebutkan,untuk membangun mesjid ini, terutama untuk memperkuat beton kubah, menara dan bagian tertentu lainnya, dipergunakan bahan perekat dari campuran putih telur dan kapur. Pelaksanaan pembangunannya melibatkan seluruh lapisan masyarakat di kerajaan Riau, yang bekerja siang malam secara bergiliran.

Mesjid Penyengat

Di dalam mesjid ini tersimpan pula kitab-kitab kuno (terutama yang menyangkut agama Islam) yang dulunya menjadi koleksi perpustakaan didirikan oleh Raja Muhammad Yusuf AI Ahmadi,Yang Dipertuan Muda Riau X. Benda lain yang menarik dan terdapat dalam mesjid ini adalah mimbarnya yang indah, serta kitab suci AI Qur’an tulisan tangan.

Mesjid Penyengat

Bekas Gedung Tabib Kerajaan

Sisa gedung Engku Haji Daud ini hanya berupa empat bidang dinding tembok dengan beberapa buah rangka pintu dan jendela. Gedung ini dahulu dikenal dengan sebutan Gedung Engku Haji Daud atau Gedung Tabib Kerajaan, karena beliau adalah Tabib Kerajaan Riau. Bekas gedung ini banyak menarik pengunjung karena disamping peninggalan sejarah juga terletak di tengah kediaman ramai.

Makam Raja Haji

Raja Haji-Yang Dipertuan Muda Riau IV-adalah pahlawan Melayu yang amat termashur. Beliau berperang melawan penjajah Belanda sejak berusia muda sampai akhir hayatnya dalam peperangan hebat di Tetuk Ketapang tahun 1784.

Makam Raja Haji

Raja Haji yang hidup antara tahun 1727-1784 itu telah membuktikan dirinya sebagai pemimpin, hulubalang dan ulama. Para penulis sejarah mencatat, terutama pada tahun 1782-1784 cukup berpengaruh terhadap stabilitas sosial politik dan ekonomi di wilayah Nusantara dan negeri-negeri Belanda yang sangat tergantung terhadap sumber perekonomiannya di Timur.

Pihak Belanda bahkan menganggap bahwa perang yang dipimpin Raja Haji adalah peperangan yang cukup besar dan sempat menggoncangkan kedudukan Belanda di Nusantara. Karena kepahlawanannya itulah, Raja Haji diagungkan masyarakat Melayu, disebut dengan gelar Raja Haji Fisabilillah Marhum Teluk Ketapang.

Ketika beliau mangkat dalam peperangan hebat di Teluk Ketapang, jenazahnya kemudian dibawa ke Malaka dan dikebumikan disana. Baru beberapa tahun kemudian jenazah beliau dibawa ke pulau Penyengat dan disemayamkan dalam makam yang terletak di Bukit Selatan pulau Penyengat, bersebelahan dengan makam Habib Syekh, seorang ulama terkemuka di kerajaan Riau-Lingga.

Makam Raja Jaafar

Raja Jaafar – Yang Dipertuan Muda Riau VI – adalah putra Raja Haji Sahid Fisabilillah Marhum Teluk Ketapang. Raja Jaafar menjadi Yang Dipertuan Muda Riau VI tahun 1806-1831. Ketika mangkatnya digelar Marhum Kampung Ladi.

Kompleks makam almarhum Raja Jaafar seluruhnya dibuat dari beton, indah dan kokoh. Pada makam ini terdapat pilar-pilar, kubah-kubah dari beton yang dihiasi ornamen yang menarik. Di luar cungkup makam ini, dalam kompleks makam terdapat pula kolam air yang dilengkapi tangga batu tempat berwuduk. Di kompleks makam ini terdapat pula makam-makam keluarga bangsawan lainnya.

Makam Raja Abdurrakhman

Raja Abdurrakhman – Yang Dipertuan Muda Riau VII – ketika mangkatnya digelar Marhum Kampung Bulang. Raja Abdurrakhman menjadi Yang Dlpertuan Muda Riau tahun 1832-1844. Beliau terkenal aktif dalam menggalakkan pembangunan di pulau ini, serta taat beribadah. Salah satu hasil upaya beliau yang utama adalah pembangunan Mesjid Raya Penyengat. Karena jasanya itutah, ketika beliau meninggal dunia jenazahnya dikebumikan hanya beberapa ratus meter di bagian belakang mesjid, terdapat pada sebuah lereng bukit.

Bekas Istana Sultan Abdurrakhman Muazzam Syah

Bangunan bekas istana Sultan Riau yang terakhir ini hanya berupa puing-puing belaka dahulu. Istana ini disebut Kedaton, dengan lapangan luas di sekitarnya.

Istana ini mulai rusak sejak Sultan Abdurrakhman Muazzam Syah (1833-1911) meninggalkan Penyengat karena dimusuhi Belanda, akibat sikap beliau menentang pemerintahan Betanda tahun 1911. Beliau segera ke Daik dan bergegas meninggalkan Daik dan untuk selanjutnya bermukim di Singapura sampai akhir hayatnya. Sejak itu istana ini tinggal terlantar dan akhirnya runtuh sama sekali, kini tinggal puingnya.

Bekas Gedung Tengku Bilik

Bangunan ini bertingkat dua, walaupun sudah rusak tapi bentuk aslinya masih kelihatan. Bentuk bangunannya merupakan ciri-ciri kesukaan para bangsawan Melayu akhir abad XIX, karena seni bangunan seperti itu masih ditemui di Singapura (istana Kampung Gelam), di Johor dan tempat-tempat lain di semenanjung Malaysia. Bangunan ini masih ditempati sampai masa Perang Dunia II dan sekarang masih menarik pengunjung yang datang ke pulau Penyengat.

Bekas Gedung Tengku Bilik

Pemilik gedung ini, yaitu Tengku Bilik, adik sultan Riau terakhir, bersuamikan Tengku Abdul Kadir.

Gudang Mesiu

Tak seberapa jauh dari Mesjid Raya Penyengat terdapat bangunan kecil yang seluruhnya terbuat dari beton, tampak amatlah kokoh dengan temboknya setebal satu hasta dengan jendela-jendela kecil berjeriji besi.

Sesuai dengan namanya, gedung ini dahulunya tempat menyimpan mesiu, yang oleh penduduk di daerah ini disebut obat bedil. Melihat gedung ini akan memberi bayangan betapa siapnya kerajaan Riau – Lingga dalam menentang penjajahan di negerinya.

Dahulu, menurut cerita tempatan, di pulau ini terdapat empat buah gedung tempat menyimpan mesiu dan kini hanya tinggal satu ini.

Kubu dan Parit Pertahanan

Di Penyengat terdapat kubu dan parit pertahanan kerajaan Riau dalam peperangan melawan Belanda tahun 1782-1784. Kubu-kubu ini terletak di bukit Penggawa, bukit Tengah dan bukit Kursi. Dahulu, kubu-kubu ini seluruhnya dilengkapi dengan meriam dalam berbagai ukuran. Bagi para wisatawan yang berkunjung, kubu ini amatlah menarik, karena selain mengandung nilai sejarah juga pemandangan alam dari kubu-kubu ini sangat indah pula.

Balai Adat Indra Perkasa

Gedung dengan arsitektur tradisional Melayu Kepulauan ini dijadikan Balai Adat untuk memperagakan berbagai bentuk upacara adat Melayu. Letaknya di tepi pantai menghadap laut lepas, amatlah mempesona.

Di dalam gedung ini dapat dilihat tata ruangan dan beberapa benda kelengkapan adat Resam Melayu atau beberapa atraksi kesenian yang diadakan untuk menghormati tamu tertentu.

source : http://www.riau.go.id

Enjoyed reading my blog? Subscribe to my blog via Email!

Related Posts:

23 Comments »

Comment by Wiwik Mudjiningsih,S.Pd.,M.Si. Subscribed to comments via email
2007-10-30 04:58:19

Iam female 49year old have experience teacher secondary school 18year,lecture 2year,board and manager Co-Operative/Credit Union-CCA -Canada 25year.I have Bacelor Degree Education,and Master Degree Sociology.I am have fun will oppotunity maind set or change culture for marginal people and poor people to enjoy changeto welcome new experience to develop their capacity change habit can be happy them. I am have experience PROBLEM SOLVING expcially gender issues,traffiking woman and children.Thank you if I can be belive work at Ismu Surizan . com.Education program or Development progran in civil society

Comment by Ismu Surizan
2007-11-06 14:20:14

waduh … ada yg sesat dari website gw yg atu lagi nih :d

Comment by saidah nafisah Subscribed to comments via email
2008-07-17 08:41:58

ASM,

terimakasih atas maklumat blog ini…ada kaitan dengan salasilah keluarga ana..ia banyak membantu..entah kapan bisa ke pulau penyengat melawati makam2 keluarga di sana..

Ana warganegara malaysia, kisah bgmana keluarga ana berada di sini, boleh didapati dari blog yg ana letakkan itu.

wallahualam

 
 
 
Comment by Rahman Subscribed to comments via email
2008-10-05 22:21:30

Salam..ingin mengetahui cerita menegenai Raja Haji- betulke Raja Haji mati diTeluk Ketapang diKg Teluk Mas Melaka ,dan berapa lama beliau berada diTeluk Ketapang semasa dan sesudah peperangan….masih adeke anak cucu beliau dimelaka/ atau pernahkah beliau bernikah dengan sebarang gadis dimelaka…….

Umumnya ade orang meletakkan nisan/kuburnya diketapang Melaka…..soalannya adakah Teluk Ketapang itu diMelaka ataupun diRiau kerana DiKetapang Melaka pun ada Jalan diberikan nama Raja Haji.

Terima Kasih

 
Comment by hakimi Subscribed to comments via email
2008-10-17 07:45:03

mohon maaf beribu maaf, kakek gaptek ini masuk ke sini karena tersesat, mencari teman dari pulau penyengat, teman lama ketika kami sama-sama di sgan kacangpedang pangkalpinang bangka, namanya said maaz dan bahar
jika masih hidup kabari aku di mana sekarang kalian, teman kita yang surtinah dari sungailiat telah meninggal, halmah menjadi kepala sekolah smp di sungailiat, kapan kita bisa ketemu, kumpul-kumpul, paling tidak di dunia maya ini…terima kasih…maaf, kakek masuk sini, memalukan….

 
Comment by WASKITO Subscribed to comments via email
2008-11-25 20:16:15

SAYA CICIT DARI DATUK NINGGAL YANG KONON ADALAH PANGLIMA PERANG KERAJAAN PENYENGAT TERAHKIR, KAKEK SAYA ADALAH ISMAIL NINGGAL , IBU SAYA PERNAH TINGGAL DI PULAU PENYENGAT TAHUN 1954 S/D 1964 BERNAMA MIMA RADIAH. SAYA TINGGAL DI SURABAYA. KALAU ADA MERASA KETURUNAN DARI DATUK NINGGAL DI PULAU PENYENGAT ATAU DIMANA SAJA BISA MENGHUBUNGI SAYA UNTUK MENYATUKAN KEMBALI KELUARGA BESAR DATUK NINGGAL.NO. HP SAYA 081357166661 WASKITO UTOMO.
ANAK DARI ISMAIL NINGGAL ADA 12 ORANG YAITU, TANTE NENENG (ALMARHUM), TANTE MIMIK(ALMARHUM), OM YOPI,(ALMARHUM,) OM YUSUF , MIMA RADIAH (ALMARHUM) . OM MAMAT ADA DI BOGOR . OM EDI (ALMARHUM)

 
Comment by WASKITO UTOMO,SH Subscribed to comments via email
2009-03-04 10:26:23

Salam buat keluarga di Tanjung Pinang, khusus dipulau penyengat, Ibu saya Almarhum Mima Radiah pernah tinggal di Jl.Rumah Sakit no. 1 Pulau penyengat antara tahun 1955 s/d 1964, bekerja di Kantor Imigrasi Tanjung Pinang, Bapak saya Almarhum H.Moc.Faqih Achmadi, Kakek saya Ismail Ninggal orang asli tanjung pinang, Buyut saya biasa dipanggil TUK NINGGAL atau Nahkoda Ninggal dimakamkam di pulau penyengat dan kondisi masih asli tidak dikijing. Kalau ada yang baca masih keturunan TUK NINGGAL agar menghubungi saya, untuk menyambung lagi rasa kekeluargaan. Karena saya yakin banyak keluarga saya di Pulau Penyengat yang sudah tidak ada kabarnya lagi. saya tinggal di Surabaya Jawa Timur

 
Comment by daeng chelak Subscribed to comments via email
2009-03-20 19:01:10

aslm

semoga kenalan..
saya cucu ke6 keturunan daeng chelak
atuk saya raja kechik anak raja mahmud ibni sultan muhammad

 
Comment by sabri hamri Subscribed to comments via email
2009-04-08 13:17:23

ass.wr.wb..
alhamdulillah rasa kangen saya terobati karena sudah lama tak ke pulau penyengat…

 
Comment by tengku dara Subscribed to comments via email
2009-06-24 09:53:15

Assalamualaikum .w.b.t

Saya waris dari Engku Puteri bonda Raja Hamidah…….ada sesiapa waris dari keturunan Engku Puteri harap tampil untuk kita menyambung tali persaudaraaan

 
Comment by tg. intan Subscribed to comments via email
2009-06-24 11:32:06

Assalamualaikum.w.b.t

Apa khabar para sahabat sekalian….

Saya ingin sekali berkenalan dgn para sahabat semua. sila hantar citer ke email address saya. InsyaAllah saya akan membalasnya…..
Saya berhajat nak berkenalan dgn cucu cicit daeng Chelak, Daeng merewah ker atau pun Daeng Perani…..Saya adalah cicit kepada Engku Puteri Hamidah………..

Sekian
Tg intan

 
Comment by rajahermansyah Subscribed to comments via email
2009-11-28 10:50:15

asss. ada yang tau sejarah keris tujuh beradek dan sejarah keris dendam tak sudah…mohon infonya karena sy salah satu kerabat keris tu

 
Comment by daeng chelak Subscribed to comments via email
2009-11-29 06:23:34

Official website for the family of Daeng Chelak is at http://www.melayuberaja.org. Terima kaseh

 
Comment by hakimi Subscribed to comments via email
2009-11-29 11:14:49

Assalamu”alaykum.
Saya bukan warga Pulau Penyengat. Saya hanya ingin bertemu dengan dua teman saya ketika masih bersekolah di SGA Negeri 105 Pangkalpinang Bangka. Kedua orang itu berasal dari Pulau Penyengat. Namanya Said Ma’az dan Bahar. Bahar itu orangnya tinggi besar sedang Said Ma’az termasuk sedanglah. Kami bersama sekolah sekitar tahun 1960an.
Setelah saya pulang ke Jawa pada tahun 1964 hingga sekarang saya belum pernah kontak dengan mereka. Saya tidak tahu apakah mereka langsung berdinas di Pangkalpinang atau kembali ke Pulau Penyengat ini.
Kepada Bapak Ibu Sdr yang kebetulan tahu saya mohon bantuannya untuk memberikan alamat mereka, atau paling tidak tolong sampaikan salam saya, Terima kasih atas kebaikan mereka kepada saya semasa bersekolah dulu.
Kepada Bapak Ibu Sda saya ucapkan terima kasih.
Wassalam
Hakimi
0264 8385110
081546514070
hakimisenior@ymail.com
hakimisaja@yahoo.co.id

 
Comment by sayid aulia alaidid Subscribed to comments via email
2010-03-23 10:19:08

assalamuallaikum wr wb.
saya sayid aulia tinggal di jakarta kebetulan ayah saya berasal dari Kijang tanjung pinang.masih banyak juga keluarga di tj.pinang.
ayah saya bernama sayid abdulrachman sedangkan kakek saya yang dikijang (alm) sayid usman.menurut cerita dari ayah saya kakek berasal dari wajo makassar yang merantau ke tanjung pinang,lebih tepatnya pulau penyengat.
ayah kakek saya bernama sayid hasan menurut info dimakamkan di pulau penyengat.
mudah-mudahan dengan menulis komentar di sini saya bisa bertemu dengan keluarga dari alm.sayid hasan,karena saya sedang kesulitan untuk mencari silsilah keluarga. khususnya keluarga Alaidid.
terima kasih.

wassalam

 
Comment by biema s. zalvadeora Subscribed to comments via email
2012-01-12 20:30:31

assalam
thanks buat pengetahuannya. . . .
takkan hilang melayu di bumi. . .

wassalam

 
Comment by ariyo Subscribed to comments via email
2012-02-05 10:58:27

hallo salam kenal…..saya juga masih keturunan daeng chelak

 
Comment by Said Afzaldy Al Qudsi Subscribed to comments via email
2013-02-23 08:31:12

Orang Penyengat yg dari keluarga dari Datuk Ninggal juga Ada. Banyak di Kampong Ladi pulau Penyengat.. Sila kunjungi Forum Kerabat Pulau Penyengat group di Facebook..

 
Comment by Said Afzaldy Al Qudsi Subscribed to comments via email
2013-02-23 08:35:20

Assalamu’alaikum.. Kalau tak keberatan sila kunjungi Forum Kerabat Pulau Penyengat di Facebook.. Mari kita berbagi informasi..

 
Comment by Furnawan Subscribed to comments via email
2013-05-22 23:21:06

Alhamdulillah, sempat Shalat Jumat di pulau Penyengat (17 Mei 2013) setelah dari makam Engku Puteri dan Balai Adat Indera Perkasa>

 
Comment by Hassan Bin Ali Subscribed to comments via email
2013-09-28 14:56:54

Salam, saya dari Singapore dan selalu mendengar cerita Raja Laksamana Bintan. Tetapi apa nama benar nya? Wassalam

 
Comment by Din Subscribed to comments via email
2013-10-28 08:52:12

Adapun saya ini cicit pui kepada keturunan ini kerana bapa saya Iskandar Dzakurnain pernah meaklumkan saya beberapa perkara kerana saya lelaki sulong. Tanah Linggi di NS dan sebahagian Melaka didiami oleh ahli keluarga sebelah ayah, Datuk Saya Penghulu Linggi bernama Badarudin bin Abdul Samad dan bapa mempunyai lagi adik beradik. Nenek saya bernama Mastura dan ayahnya bernama Ariffin, seorang yang terkenal di Singapura dan mempunyai banyak harta ketika itu. Bapa saya dibesarkan oleh datuknya di Singapura walaupun dilahirkan di Linggi.

Sekiranya pihak yang ingin memberi maklumat lanjut berkaitan dengan Raja haji silah hubungi saya melalui emel habibatullah@gmail.com. Sekian, terima kasih semua.

 
Comment by Din Subscribed to comments via email
2013-10-28 11:08:56

Saya ingin berkenALAN DENGANMU. Saya cicit Raja Haji dan yang berkaitan dengan tanah Linggi. Semua adik beradik bapa di Linggi dan di Kuala Lumpur. Ayah bernama Islandar,, datuk bernama Badarudin (Tok Penghulu Linggi) dan nenek bernama Mastura dan ayahnya bernama Ariffin (di Singapura).

Sesiapa yang boleh memberi info lanjut saya hargai. Kini, ayah dan Datuk sudah meninggal dunia, tinggal hanya sanak saudara sahaja. Saya nak tahu lebih lanjut pasal keris Raja Haji sebab bapa berkata bukan sebarang orang yang boleh menyentuhnya.

Sekian, terima kasih.

 

Add Comment

Please note that your comment will not be available immediately as I will moderate all comments. So please be patience. You do not need to post comments twice. The moderation process can help me fight against spammers. Thanks.

« . »