Daik (Bekas Pusat Kerajaan Riau Lingga)
Daik, dahulunya hampir selama seratus tahun menjadi pusat kerajaan Riau-Lingga, sekarang menjadi ibu kota Kecamatan Lingga, Kabupaten Kepulauan Riau.
Kota Daik yang terletak di sungai Daik, hanya dapat dilalui perahu atau kapal motor di waktu air pasang. Kalau air surut, sungai Daik mengering dan tak dapat dilalui. Perhubungan lainnya adalah melalui jalan darat ke desa Resun di sungai Resun. Dari sana melalui sungai itu terus ke muara (Pancur) yang terletak di pantai utara pulau Lingga, berseberangan dengan Senayang.
Selama seratus tahun Daik menjadi pusat kerajaan, tentulah terdapat berbagai peninggalan sejarah dan sebagainya. Raja-raja kerajaan Riau-Lingga yang memerintah kerajaan selama periode pusat kerajaan di Daik Lingga yaitu : Sultan Abdurakhman Syah (1812-1832), Sultan Muhammad Syah (1832-1841), Sultan Mahmud Muzafar Syah (1841-1857), Sultan Sulalman Badrul Alam Syah II (1857-1883) dan Sultan Abdurrakhman Muazzam Syah (1883-1911).
Mesjid Jamik Daik
Mesjid Jamik terletak di kampung Darat, Daik Lingga, dibangun pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Riayat Syah (1761-1812) pada masa awal beliau memindahkan pusat kerajaan dari Bintan ke Lingga. Sumber tempatan menyebutkan bahwa bangunan mesjid ini dimulai sekitar tahun 1803, dimana bangunan aslinya seluruhnya terbuat dari kayu. Kemudian setelah Mesjid Penyengat selesai dibangun, maka bangunan Mesjid Jamik ini dirombak dan dibangun lagi dari beton.
Mesjid ini di dalam ruang utamanya tidaklah mempergunakan tiang penyangga kubah atau lotengnya. Pada mimbarnya terdapat tulisan yang terpahat dalam aksara Arab-Melayu (Jawi), berisi : “Muhammad SAW. Pada 1212 H hari bulan Rabiul Awal kepada hari Isnen membuat mimbar di dalam negeri Semarang Tammatulkalam.” Tulisan ini memberi petunjuk, bahwa mimbar yang indah ini dibuat di Semarang, Jawa Tengah dengan memasukan motif-motif ukiran tradisional Melayu.
Bekas Istana Damnah
Yang tersisa dari bangunan yang dahulunya sangat megah ini hanyalah tangga muka, tiang-tiang dari sebahagian tembok pagarnya yang seluruhnya terbuat dari beton. Sekarang puing istana ini terletak dalam hutan belantara yang disebut kampung Damnah.
Istana Damnah didirikan oleh Raja Muhammad Yusuf AI-Ahmadi, Yang Dipertuan Muda Riau X (1857-1899). Dalam tahun 1860 olehnya didirikan istana Damnah untuk kediaman Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah II, dimana sebelumnya Sultan ini di Istana Kota Baru tak berjauhan dari pabrik sagu yang didirikannya.
Gedung Bilik 44
Yang disebut gedung bilik 44 adalah pondasi gedung yang akan dibangun oleh Sultan Mahmud Muzafar Syah. Gedung ini baru dikerjakan pondasinya saja karena Sultan keburu dipecat Belanda tahun 1812. Lokasinya terletak di lereng gunung Daik.
Walaupun gedung ini belum sempat berdiri, tetapi dari pondasinya yang berjumlah 44 itu sudah dapat kita bayangkan betapa besarnya minat Sultan Mahmud untuk membangun negerinya. Di gedung ini, menurut rencana Sultan akan ditempatkan para pengrajin yang ada di kerajaan Riau-Lingga, supaya mereka dapat bekerja lebih tenang serta mengembangkan keahliannya. Namun cita-cita Sultan Mahmud terkandas oleh penjajah asing.
Kubu Pertahanan
Daik sebagai pusat kerajaan Riau-Lingga tentulah memerlukan pengawalan ketat. Perairan selat Malaka yang masa silam selalu ramai dengan desingan peluru dan asap mesiu. Untuk menjaga berbagai kemungkinan dalam pertempuran, di Daik Lingga dan sekitarnya didirikan kubu-kubu yang kokoh dengan persenjataan lengkap menurut keadaan zamannya, yang terdapat di pulau Mepar, Kubu Bukit Ceneng dan Kubu Kuala Daik.
Makam Bukit Cengkeh
Di Bukit Cengkeh, Daik, terdapat kompleks makam raja-raja Riau-Lingga. Bangunan ini dulunya amat indah, bentuknya segi delapan dengan kubah bergaya arsitektur Turki. Kini makam ini sudah runtuh, yang tersisa hanya sebagian dindingnya dan pagar beton kelilingnya. Di kompleks makam ini terdapat pusara : Sultan Abdurrakhman Syah (1812-1832), beberapa anggota keluarga kerajaan Riau-Lingga. Makam ini tidaklah sulit dicapai karena terletak di pinggir jalan raya, di atas Bukit Cengkeh yang indah pemandangannya.
Makam Merah
Disebut makam merah karena warna cat bangunannya merah, tiangnya terbuat dari besi, pagarnya dari besi dan atapnya seng tebal. Makam ini tidak berdinding dan atapnya berbentuk segi empat melingkari makam. Makam ini letaknya tidaklah berapa jauh dari bekas istana Damnah.
Makam ini terkenal bukanlah karena bangunan makamnya, tetapi karena yang dimakamkan disini adalah Raja Muhammad Yusuf Yang Dipertuan Muda Riau X.
Rumah Datuk Laksemana Daik
Bangunan tua ini terletak di kampung Bugis, berbentuk limas penuh. Rumah ini selain pernah ditempati oleh Datuk Laksemana Daik,pernah pula ditempati oleh Datuk Kaya pulau Mepar, karena beliau ini menantu Datuk Laksemana. Rumah ini masih agak baik dan ditempati oleh keluarga Datuk Laksemana dan Datuk Kaya Daik.
Di rumah ini masih tersimpan sisa-sisa benda milik Datuk Laksemana dan Datuk Kaya, seperti : beberapa jenis pakatan kebesaran Datuk Kaya dan Datuk Laksemana, benda-benda upacara adat, motifmotif tenunan, batik, ukiran-ukiran dan sebagainya.
source : http://www.riau.go.id






saya cukup rindu pulau daik dan tak perna ke sana.ibu Tengku asmah bt Tengku jaffar anak jatibugis daik tapi saya tak tahu suadara mara saya di sana. kalau ada sesiapa di sana tahu ibu saya, boleh hubungi saya hp/ 9385 3610 di singapura atau email; rajabasir@yahoo.com
i rajabasir would like to find my mother Tengku Asmah bte Tengku jaffar generation from daik if any one know ls contact h/p 9385 3610 emil rajabasir@yahoo.com
saya amat berminat ttg sejarah lampau….
terutama yang berkaitan dengan kesultanan Melayu Johor dan Melaka.
Dan ayah saya juga pernah menyatakan keturunan kami pernah berkhidmat kepada sultan untuk sekian kali lamanya.. Keturunan kami bergelar Laksamana dan ada juga berdarah Bugis.
Itu semua tinggal sejarah dan kenangan. Ayah saya banyak merahsiakn tentang keturunan beliau. Begitu juga dengan saudara mara yang lain.
Katanya, biarlah yang lalu terus berlalu…
hmm.. barangkali hal ini disebabkan rasa kecewa… Keluarga kami juga ada kaitan dengan Kesultanan Johor. Tetapi masing-masing sudah membawa diri..
Kini saya hidup terkapai-kapai tanpa mengethui asal usul sebenar..
hmm
Dari itu, salam perkenalan..
by maza
Assalamualaikum
Kemungkinan teman saya ada sesuatu yang boleh dikongsikan.
Saya keturunan keempat, arwah moyang saya datang dari daik sekitar awal abad ke 19 dan menetap di SIGLAP, SINGAPURA, kata ayah, mereka berdagang. Tapi rasanya LEBIH DARI ITU. Wallahualam.
Ada juga dari jurai salasilah (yang ditulis oleh arwah datuk saya pada 1929) yang membawa diri dan zuriatnya berkembang ke Siam.
Semoga ALLAH menunjukkan kita apa yang dikehendaki. InsyaALLAH.
boleh hubungi saya di fifth.e@gmail.com
A’kum wbrt, saya dan keluarga merancang utk ke daik pada 20 november ini dan sekiranya ada sesiapa yg boleh memberi info mengenai salasia keluarga Ahmad Bin Duamat silalah menghubungi saya ditalian +60129123483 atau email Jebatlawa@Yahoo.com.. oleh kerana ini pemergian pertama kami ke daik saya juga memerlukan info2 tentang hotel2 dan tempat2 bersejarah.
Asslm’alaikum Wb. Wb, saya tertarik membaca comment encik yang berencana mau berkunjung ke daik. Sayangnya waktu yg encik rencanakan telah berlalu. Jika memang encik serius ke Daik, saya siap membantu sekedar memberikan gambaran mengenai daerah itu.
Hotel di Daik masih sangat terbatas, tapi mengenai tempat bersejarah cukup banyak: ada makam raja-raja, istana damnah, istana 44, dan berbagai hal lainnya. Jika memang encik berkenan ke Daik sila call saya di +608117003627 atau ke email saya amsakar1968@yahoo.com
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
amsakar achmad (batam)
saya adalah putra daerah lingga,saya merupakan cucu dari ahmad yang tinggal di kampung budus.saya keturunan orang peri di gunung daek.alhamdulillah saya sekarang kuliah di bandung,sudah beberapa tahun saya tidak pulang ke daek,saya sangat merindukan daek,terutama keluarga besar saya.bagi para pembaca kalau bertemu atau ke budus.tolong sampaikan salam kangen saya untuk kakek tercinta.semua orang budus kenal kakek saya kok.
Dear Hardianto,
Semoga awak tak lupe dengan kampong halaman serta asal muasal jika nanti sudah sukses menjadi orang, untuk itu saya sarankan selalu lah menjalin silaturahim dengan sesama orang sekampong yang ade di perantauan. Di Jakarta setiap tahun selalu ade acara halal bi halal warga Kepri setiap 2 minggu setelah lebaran, di Bandung juga ade Perkumpulan Kerabat Kepulauan Riau.
Saudara alm. Bapak saye ade di Dabo Singkep dan Senayang, dan di Senayang juga ade teman saye sewaktu di SMP dulu, die pindah dari Tanjung Pinang ke Senayang.
Saye pikir itu yang dapat saya sarankan dan infokan, semoga berkenan.
Salam,
Ferhat Bintan
bantu saya mendapatkan informasi tentang sejarah kejayaan Lingga……….. please.
saya sangat berterima kasih kepada siapa saja yang mau membantu saya.
herry chandra.
klu ada yang bersedia, tolonglah saya, karena saya juga keturunan orang Daik Lingga. menurut cerita datuk saya, kakek buyut saya adalah “Tuan Tahak”. dimasa kerajaan Lingga masih jaya, buyut saya adalah seorang “hulubalang raja”. Bila ada yang tahu, atau sanak famili yang tahu silsilahnya dengan kerendahan hati saya mohon kirim untuk kami di Pekanbaru Riau. atau HP 081365401874.
saya senang sekali, bila ada yang bantu saya mencari jejak nenek moyang saya” TUAN TAHAK”. Menurut cerita ayah saya, beliau adalah salah seorang “HULUBALANG” dan berkhidmad pada sultan lingga dimasa jayanya.Saya ingin sekali datang ke Daik, ingin melihat kuburannya, kata orang dia keramat. Bila ada anak cucunya yang lain yang ada di kepulawan Riau, johor dan dimana-mana tempat berdiazvora, saya mohon kita bersama eratkan ukhuah islamiyah, demi persatuan leluhur kita. bila ada yang sudi kiranya berinteraksi dengan saya hubungi HP 081365401874
terime kaseh pade semue yg dah komen di blog saye ni … hanye mintak maaf banyak2 sebab tak dapat nak bantu cari silsilah segale macam tu …
mudah2an ade pembace yg laen yg bise membantu pakcik semue
salam……..saya salah seorang cucu kepada tun tahir pahang,saya nak usulkan x pandai sila call di talian 0142118755…..boleh besembang dengan oran tua saya………beliau munkin tahu tentang keturunan tun tahir dan banyak lagi.TQ.
entahnya….saya pun tak pasti mana datangnya asal-usul saya…. tetapi saya percaya saya ini berketurunan darah campuran….
Buat masa sekarang saya tidak ambil hirau sangat tentang hal itu…
Sungguhpun demikian, saya amat berbesar hati untuk mengenali generasi Riau Lingga dan Daik sekali….
Bak pantun orang lama dahulu..
Pulau Pandan Jauh ke tengah
Gunung Daik Bercabang Tiga
Hancur Badan di kandung tanah
Budi yang baik dikenang jua
seingat saye … pantun tu bukan pulau daik bercabang tiga …
tapi “gunung daik bercabang tiga”
@maza,
revised as requested
Assalamualikum …
Senang bisa membaca tulisan ini mengenai sejarah melayu Lingga yang pudar, sehingga banyak keturunan muda Melayu Lingga berusaha mencari asal usul nenek moyangnya.. Insya Allah akan mempertemukannya..
Bila kita mau berhubungan kita bisa saling membantu silahturahmi ===
email ( alexander_hamiton01@yahoo.com )
Salam
Encik Alexander Hamilton
Wss’
Saya Adlh Putri dari seorang ayah yang tidak bertanggungjawab.karena dia tidak menginginkan putri tetapi,seorang putera.karena itu dia ingin menjual saya,oleh sebab itu karena mempertahankan saya ibu saya rela bercerai dari ayah saya tersebut.
salam
R.sartika isniwati
saya Ingin sekali bertemu ayah saya karena 20 thun sudah saya terpisah dari nya.yang saya ketahui Paman Saya bernama Raja Mahmud,atau biasa dipanggil raja Mud ayah saya mempunyai Toko Emas.Bagi Anda yang mengenal Dengan Ayah atau pun yang berhubungan dengan keluarga ayah saya,Saya sangat berharap Anda dapat membantu saya untuk mempertemukan saya dengan ayah saya.Kalau tidak bertemu pun tidak apa – apa yang penting saya dapat berkomunikasi dengan ayah saya.Anda dpat menghubungi saya di no ini 08127660525.karena bantuan Anda sangat saya harap kan.
salam
R.Sartika Isniwati
Ass R. Sartika, saye bekenan menules surat dengan awak kirenye mungken saye dapat membantu siket ape yang awak susahkan saat ini. Tentang Bapak awak yg bername R. Mud yang kalau betol pernah berjualan mas saye rase sekarang ni beliau sudah pindah dari Dabo Singkep ke Malaysia, saye dapat kabar di Malaysia beliau sekarang berusahe jualan baju dan dapat beritenye juge usahenye di Malaysia sane sanggat lah maju. Mungken ini yg saye dapat bantu untuk awak
Salam Hormat Saye,
Tengku Deddy Israr
Ingin tahu raja mana yang telah diusir dari Daik dan telah lari ke Tanah Melayu? Kerana itu mungkin datuk atau moyang kepada datuk saya. Datuk saya pernah ke Daik dan dikhabarkan disambut dengan kain kuning.
Siapa nama datuk anda reena? Saya dengar khabar Raja Akik namanya. Makamnya di Singapura..masih ada lagi. Saya pun keturunan diraja daik. Awk tinggal di mana?
Reena tolong jawab saya
Assalamualaikum
1.Arwah moyang saya asal dari Daik. Wallahualam nasab keturunan beliau. Tapi arwah telah ke SIGLAP dari DAIK.
2. Arwah datuk (Ayah kepada ayah saya) saya bernama Osman Bin Hassan, pernah menjawat jawatan Guru Besar Sekolah Kota Raja Singapura. Ada saudara mara beliau yang berhijrah ke Siam.
3. Salasilah ada pada saya dan Usu saya. InsyaALLAH akan kembali dengan maklumat yang ada pada Salasilah itu.
Harap dapat hubungi saya di:
fifth.e@gmail.com
A’kum wbrt, kepada sesiapa yg tahu mengenai salasiah keluarga keturunan saya d daek sila hubungi email saya utk penjelasan lanjut…datuk saya bernama Ahmad merantau dr daek kt pontian, johor dan bapanya bernama Duamat memang penduduk asli lingga…sebarang maklumat mengenai keluarga AHMAD BIN DUAMAT amatlah dialu-alukan.tq
Assalam mualikumm…
Teruslah berkarya…sesama anak watan daik kita harus terus berbuat untuk tanah bonda tercinta ini dengan apa yangkita bise.
Wss
Saye putra singkep, Tahun 1992 saye meninggalkan singkep. kini seye sangat berminat dengan budaye melayu, ape-ape yang telah awak sampaikan ini dapat membantu saye untuk menulis tentang lingga. Pada tahun 1992 juga saye pernah berkunjung ke daik, ape2 yang telah awak sampaikan juga pernah saye kunjungi. Tapi itu dahulu waktu saye SMP, kini semunya telah berubah. siape2 yang meiliki informasi tentang lingga, Sejarah Melayu kirenya dapat membatu saye dalam menyelesaikan Buku yang sedang sayae buat.
MAnatap
Asalamualaikum wr.wrb,
Saya pernah melihat tapak bekas ka Agungan Kerjaaan Lingga di pulau Penyengat, seterusnya saya mendapat kabar bahwa pada waktu itu telah didatangkan orang dari jawa untuk membangun landskap (pertamanan) .Dalam waktu bersamaan di Istana Lingga juga didatangan penari dan gemelan jawa sebagai kesenian kelangenan para bangsawan, kemudian pada tahun1811 gamelan dan penari tersebut dibwa ke Pahang (Malaysia).
Saya sangat tertarik dengan berita ini maka dalam kesempatan ini, saya ingin minta bantuan para pengujung situs ini, sekiranya dapat melengkapkan atau memberikan data sejarah yang lebih lengkap mengenai gamelan di Istana Lingga.
Hal ini sangat berguna untuk memberikan informasi yang lengkap tentang sejarah kedatangan gamelan ke Malaysia.
Atas perhatiannya saya ucapkan banyak terimakasih.
Wasalam wr.wrb,
Herman.
dwionoh@yahoo.com
Assalamualaikum wbt.
Saya pun ada juga sedara mara di Daik. Kalau bercakap dengan nenek saya selalu jer kuar citer tentang Daik. Arwah moyang dulu asal dari daik kemudian hijrah ke Pontianak. Dari Pontianak ke Terengganu. Nenek dan arwah atuk asal dari keluarga Ba Alawi Al-Yahya. Dua orang bapa saudara (paman) masih lagi biasa berhubung dengan saudara mara disana. Satu lagi saya rasa orang Riau kena lah mengekalkan dialek Bahasa Melayu mereka kerana bahasa mereka bahasa asal Melayu. Bukan bahasa Malaysia atau Indonesia tapi ibu kepada kesemua bahasa Melayu di dunia ini… Sekian, hanya mencoret sedikit pendapat.
Assalamualaikum wbt,
Arwah ibu saya pun berasal dari Daik. Semasa hidupnya pernah arwah menyebut tentang saudara mara di Daik. Rasa kesal saya tidak menanya lebih lanjut tentang tempat2 nenek moyang dan saudara mara di sana. Insyaallah jika panjang umur dan murah rezeki, ingin saya membuat lawatan ke sana.
Assalamualaikum…
Melalui cerita dan catatan dari salasilah, maka saya dapati nenek-moyang saya berasal dari Daik.
Dari catatan 25 desember 1940 Orang Kaya Adbul Samad berasal dari Bintan, Bukit Gua berpindah ke Daik dan membuat Kampung yang dinamai Gelam Kampung Baru. Dan dari hasil perkhawinan di Daik-melahirkan 4 orang anak, 3 perempuan dan 1 lelaki. Dari anak bongsu lelaki yang bernama E.Latif bermula salasilah kami. Dari E.Latif lahir 3 orang anak E.Lijah, E.Basuk, E.Rasif. E.Basuk mempunyai 2 orang isteri dan isteri kedua beliau adalah Khadijah (Long Itam) yg berasal dari Lingga. E.Basuk telah membawa Khadijah dan Lima anak beliau berhijrah ke Johor atas titah Kesultanan Bugis Johor dan menjadi Panglima Hitam (ketua polis).
Lima orang anak E.Basuk adalah : Intan, Koming, Jaafar, Mahmood dan Khalid.
Dari Jaafar lahir pula Mohamed, Abdullah.
Dari Abdullah maka lahir saya Mohamed Abdullah.
Saya menpunyai 2 orang isteri dan sebelas orang anak- 4 lelaki dan 7 perempuan.
Anak lelaki sulong saya berusia 21 tahun dan sedang menuntut di Perancis atas biaya Angkatan Tentera Laut Malaysia.
Sekian secebis kisah kami.
Jika anda termasuk didalam salasila ini (yang nama ramai yg telah berhijrah ke Jakarta) sila hubungi saya:
Mohamed Abdullah (Mat Dollah)
matdollah2002@yahoo.com
Sekian terima kasih
http://www.riledz.com
Salam Mat Dollah, saya rasa macam ada kaitan dengan keluarga saya. Nama arwah datuk sebelah emak saya ialah Jaafar Bin Basuk. Saya asal dari Johor Bahru.
zueadna, mungkinkah anda anak daripada E.Kam, Mak Long, Nyah, Mak Busu atau Mak Teh?. Anda mungkin bersepupu dengan saya. Sila hubungi saya kerana kami sedang mengumpul setiap ahli keluarga termasuk dari seluruh Indonesia dan Brunei untuk mengadakan pertemuan di Daik.
encek2 puan2 semue saye rase kalu lah kite ne memang keturunan dari daek.! baeka lah kite same2 jaye kan daik lagi takkan lah daek cume tinggal sejarah. sekirenye encik2 tuan2 merase maseh keturunan orang daik. sebelom nye saye nak mintak maaf mungkin kate2 saye ne telalu kasa. saye tau daik karne saye asli daek dan orang tue saye maseh ade di daek. jangan sampai daik hanye di jadikan kenangan yang tak berarti ape2. kesian orang2 yg masih menetap di daek. kenape daek tak maju2 karne daek yg dulu punye orang2 yg peduli akan sesame sekarang dah ilang. maseng2 hanye peduli akan hidup maseng2. jadi saye harap encik2 dan puan2 yang nak ke daik dapat lah kirenye membantu bagimane care memajukan daik lagi. saye yaken encik2 dan puan2 semue berharap daek jaye lagi.
terime kaseh
wasalam
saya cucu pak Haji Yakup di kampung budus.sekarang sedang menimba ilmu kedokteran di FK. Universitas Mulawarman samarinda kaltim..menarik buat saya mengetahui sejarah melayu.mudah-mudahan ini menjadi pengikat erat kita sebagai orang melayu.saya pun rindu nak balik ke daek.tp kuliah belum lagi selesai..mudah2 jika lulus kelak saya nak mengabdi di daek..
Alhamdulillah,rupenye forum encik ismurizam ini bise jadi penghubung silaturrahmi antare orang-orang Daek yg sudah berjaye di lua sane…harapan kami kedepannye lebih banyak lagi yg mau berbagi info tentang kampung kite ni.Setahu saye di Daek sekarang dah ade jaringan pesawat selular jadi kalau ade sanak famili silekan hubungi mudah-mudahan ade lah yg dapat manfaat dan pelepas dahage kerinduaan hati.Apetah lagi sekarang Daek dah banyak kemajuan;banyak pegawai negerinye,banyak pule orang lua datang dan menetap disane,bagi kite-kite yang di lua Daek baguslah tengok daek sekali sekale agar dusun pusake tak jatoh ketangan orang lain.
terime kaseh Wasaalam …
Senang rasanya ada forum ini..
Insya Allah kalau tidak ada halangan saya dan keluarga sedang berencana untuk pergi ke Daik tahun ini, sebelum itu saya mau pergi pinang dan ke Senayang dulu, Rencanan saya selain silahturahmi dengan keluarga, rencana saya mencari kerja disana, saya ingin pulang membangun kabupaten Daik
Bisa kah ada yg memberi tau ada lowongan pekerjaan apakah di Daik, pegawai negeri kah? kuliah saya mengenai bisnis
Terima Kasih sebelumnya
salam kepada yang beragama islam..
boleh sesiapa memberi maklumat kepada saya berkaitan silah keturunan yang menjadi persoalan saya..
yg saya tau saya ni keturunan ke 4 kepada salah seorang anak panglima daik yang perempuan bernama khamis, berkahwin dengan perantau dari terengganu bernama che daud ..dan tinggal di daik
anak panglima daik yang lain saya tak tahu tp saya sedang mencari cari
skarg saya di melaka, malaysia..asal saya di terengganu.
sapa yang ada info sila email ke saya..
terima kasih saya ucapkan
Salasilah saya adalah dari keturunan Engku Mohit. Beliau berasal dari Daik dan telah belayar ke Terengganu. Engku Mohit telah berkahwin di Terengganu – isteri pertamanya. Beliau memperisterikan isteri kedua di Endau dan telah meninggal di Pulau Tioman 1789. Di harap sesiapa yang ada maklumat mengenai salasilah saya dapat memaklumkan pada saya melalui cap_yantz@yahoo.com
Wassalam.
Kuala Lumpur, Malaysia
salam…saya ingin mencari keturunan dato bendahara tun mohd tahir(mutahir)bendahara pahang 1857-1863 yg telah dikebumikan di johor bahru,terutama sekali anakanda sulongnya tun koris(wan long,wan tanjong) yg mangkat pada 1863,baginda berkahwin dgn tun muda besar(tun long)bt temenggong tun ibrahim johor.adindanya che wan nit juga berkahwin dgn kerabat yamtuan muda riau…wassalam
Assalammualaikum,
Ingin sekali saya mencari keturunan Datuk Moyang saya… Datuk saya bernama Abdul Kadir Bin Abdul Kamal. Dimaklumkan, Moyang saya, Abdul Kamal asalnya dari Dabo Singkep menjadi Penghulu di Pulau Karimun.
Ingin juga mencari adik beradik datuk saya,Abdul Kadir. Dimaklumkan arwah datuk saya mempunyai dua lagi adik beradik. Datuk saya mempunyai dua isteri. Isteri pertama bernama Kesut dan yang kedua bernama Timah Bte Haji Sirat.
Dimaklum juga ibu kepada arwah nenek saya,Timah Bte Haji Sirat, bernama Engku Mah. Engku Mah dikatakan ada saudara di Terengganu.
Wassalam,
Rizan
ritz_1978@hotmail.com
Assalamualaikum
Ingin sekali saya mencari maklumat mengenai saudara mara datuk disebelah ibu saya. Datuk saya bernama Haji Abdul Ghani Bin Tahar. Tahar Bin Abdul Bacar. Abdul Bacar Bin Abdul Samad.
Haji Abdul Gani Bin Tahar ,Isterinya bernama Fatimah. Mempunyai seorang kakak bernama (Sabiah)
Tahar Bin Abdul Bacar. Mempunyai adik beradik bernama (Satiah)
Abdul Bacar Bin Abdul Samad. (Penghulu Pulau Samulun). Mempunyai dua orang isteri, (Lamah) dan (Uda).
Dimaklumkan Abdul Samad berasal dari Kampung Gelam,Riau.
Terima Kasih,
Rizan
Salam. Dah 5 kali sy ke Lingga dan pergi ke beberapa tpt disana termsk Daek,Resun,Kerandin,Limbung dan Centeng tidak ketinggalan ke musuem lingga dan beberapa golongan vateran (yg berusia lebih 70thn). Utk kite mengetahui keturunan yg lbh drpd 3,4 genarasi mmg agak sukar kerana sehingga kina sy masih belum menemuinya lg tp utk saudaramara yg dr karimun telah ditemui.
Bg saudara Rizan sy sarankan saudara menghubungi Tengku Husien B Tengku Salleh(hp:006281384685078), beliau kini menetap d tg pinang dan berkemungkinan bole membantu saudara dlm urusan mencari dan mengenal asal keturunan kite, InsyALLAH.
Assalamualaikum..
Saye sarankan kepade semue kite yang berketurunan daek, supaye dapat membine sebuah persatuan atau perkumpulan di internet supaye dapat menyatukan semue anak-anak daek yang sedang mencari-cari asal usul mereke. Ade kebenaran kate-kate dari sedare drie3, yang mane kite seharusnye dapat mencari jalan untuk memberikan bantuan kepade sedare-sedare kite yang masih berade disane. Saye tidak nampak kenape kite tidak boleh berbuat sesuatu utk mereke, sedangkan ada dikalangan kite yang telah berjaye sebagai Doktor, Lawyer, Engineer dan ade juge yg jadi Menteri.
Saye sarankan kite bine satu perkumpulan dan cube jane dana utk membantu sedare-sedare kite disane.
Jike sedare-sedare ade cadangan laen sile ajukan disini.
Terlalu ramai kerabat yang mengaku dari keturunan diraja daik. Sebenarnya ada berapa putera raja pada zaman kerajaan itu?
Raja Akib?….. Moyang saya Raja Idris bin Raja Akib
Eh, Raja Idris tu pun moyang saya, siapa nama kamu?
ell, ni emel sy: fry_jame@yahoo.com
salam,
saya Abd Aziz adik kpd Mat Dollah.ingin bertanya sekiranya sesiapa dapat membantu.Arwah datuk saya,Hj. Khalid Bin Basok dari keturunan Daik dan memetap di Kuala Lumpur.Pada sekitar tahun 1992 atau 93 beliau telah balik ke Daik dan membina sebuah masjid disana.Ikut kata orang kampung gelar masjid itu Masjid Tok Khalid.Oleh kerana tidak sempat bertanya dengan arwah yang sememangnya bersikap berahsia,saya ingin dapat kepastian jika sesiapa sudi membantu disini.
Wassallam
Decendent of Keturunan Dato’ Penghulu Lasam (Kg. Siglap, Jln Sempadan), Singapura : 6th Generation
Decendent of Keturunan Sepuluh, Haji Ismail (Tholib) Bin Haji Aman : Palembang Tua / Ketapang Melaka (Tengku Kecik) : 7th Generation
Sekiranya ada sesiapa yang mempunya perkaitan dengan yang tercatit di atas. Salam perkenalan dan kasih dari saya.
Ingin memperolehi sembarang matlumat mengenai seseorang yang bernama Said Ahmad dari Daik~Riau~Lingga yang telah berkahwin dengan seorang Puteri Raja berketurunan Sang Nila Utama. Di harap sangat dapat berkenalan.
tengkurizan@gmail.com
Assalammu’alaikum……..
Sebelumnya saya minta maaf yang sangat dalam. sebenarnya comment saya ini tak ada hubungan dengan content anda secara spesifik, tapi karena saya cari di google DAIK LINGGA belum ada website maka saya nompang curhat disini, semoga bisa dibaca oleh pihak yang berkepentingan. jazakallah
assamualaikum Wr. Wb
Nama saya Zontrisman, salah seorang pelamar untuk formasi guru Bahasa Inggris SMP untuk CPNSD Kabupaten Lingga. Namun sangat disayangkan saya tidak lulus dalam seleksi administrasi yang sudah keluar tanggal 21 November ini. Terus terang saya agak kecewa karena seluruh syarat saya penuhi semuanya. Mulai dari kelengkapan Ijazah S1, Akta Mengajar (A4), maupun transkrip nilai yang semuanya dilegalisir, bahkan nilai IPK saya juga tidak bermasalah yakni 3,05. Pada awalnya saya juga khawatir dengan umur saya yakni kelahiran 21 Februari 1974, jadi umur saya 35 tahun lewat 9 bulan, namun bersyukur saya memiliki SK mengajar selama 7 tahun berturut-turut di LP3I (salah satu lembaga swasta bonafid yang bergerak dibidang pendidikan yang berbadan hukum).
Saya sudah periksa seluruh berkas yang saya ajukan ke panitia, bahkan karena panitia langsung menerima berkas saya mengatakan tidak ada bermasalah dengan berkas saya sehingga saya diberi nomor pendaftaran 04-100-0233.
Apakah karena salah satu berkas saya yakni Akta Mengajar (A4) dimana kertasnya agak kusam dijadikan alasan saya didiskualfikasi dalam dalam administrasi ini? Padahal karena lamanya tersimpan dirumah sehingga kertasnya berubah warna dan agak kebercak-bercakkan.
Sesungguhnya saya menghormati keputusan panitia yang sudah bekerja siang dan malam, dan curhat ini tidak bermaksud “mencuri hati” panitia, tetapi karena ingin curhat saja, bahkan waktu kami datang mengantarkan lamaran tempo dulu , panitia bersedia melayani kami meskipun jam sudah menunjukkan pukul 17:30. Mana ada diinstansi manapun yang mau buka dan melayani pada jam segitu. Memang sesuai benar dengan motto yang tertempel pada pintu kantor bupati yakni “Datang Muka Berkerut, Pulang Muka Tersenyum”. Kami benar-benar bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada panitia dengan perasaan senang dan gembira dengan layanan panitia penerima CPNS sehingga seandainya kami tidak dilayani pada waktu itu, tentu kami akan bermalam selama 2 hari di Lingga. Panitia sangat peduli dengan kami, sebuah contoh yang patut ditiru oleh abdi masyarakat dimanapun.
Tapi mungkin karena keletihan tersebut Ijajah Akta Mengajar (A4) saya dianggap tidak valid. Seandainya saya dinyatakan tidak lulus setelah tes tertulis tentu saya menerima dengan lapang dada. tapi kalau tidak lulus pada syarat administrasi, bagaimana mungkin????
Terus terang saya cuma mendaftar di DAIK LINGGA saja. Karena dari awal sudah berazzam untuk mengabdikan ilmu dan keahlian saya di Kabupaten Lingga. Memang manusia hanya bisa berencana namun Allah dan keputusan Panitia yang menetukan.
terima kasih atas tumpangan curhatnya, semoga dibaca yang berkepentingan. Sebagai penutup terimalah pantun dari saya
Gunung Daek bercabang tiga
Begitu cerita sejak dahulu
Sungguh indah dan damai semalam di pulau Lingga
Namun sayang disayang pertama dan terakhir aku melihatmu.
Data pribadi saya:
Nama : Zontrisman, S.Pd
Nomor Pendaftaran : 04-100-0233
Formasi : Guru Bahasa Inggris SMP
Alamat : Jln. Gatot Soebroto Gang Putri Ayu VI No. 6
Tanjungpinang
Email : zontrisman@gmail.com
assalamualaikum sy ingin mencari salasilah keturunan sebelah bapa saya daripada keturunan Datuk Raja Penghulu Riau,antara pembesar Riau…boleh tlg berikan salasilah Datuk Raja Penghulu Riau?
saya adalak generasi ke 4 dari daik lingga, tapi saya belum pernah kesana sekalipun
Asm..
Saya baru pulang dari Lingga, banyak sekali perkembangan yg dapat dilihat sekarang dibandingkan beberapa tahun lalu (setelah menjadi kabupaten), di Senayang dapat kita liat penambahan pelabuhan.
Di Daik telah sedang dibangun area/kota admistratif (kantor2 pemerintahan), jalan2 yang besar (walaupun masih banyak yg telah hancur lagi karena dilalui kendaraan proyek), Lampu2 jalan dengan menggunakan tenaga surya.
Saya rasa Lingga masih memerlukan SDM yang berkualitas untuk dapat membangun kabupaten ini, tanpa merusak lingkungan yang asri dan mementingkan kepentingan perorangan
Ayo datang silahturahmi ke Riau-Lingga untuk mendapatkan cerita asal muasal datuk moyang saudara2 anda berada
kalau nak tau tentang sejarah lingga awak jumpelah dengan yang name nye bpk sulaiman yang sekarang menunggu atau yang mengurus tempat peninggalan sejarah lingga *musium*
saye anak lingga tapi belum perna ke daik,,