Menengok bayi baru lahir memang sangat baik. Namun, tak jarang malah berefek buruk buat si bayi. Itu lantaran para tamu tak paham etika mengunjungi bayi baru lahir.
Jika masih di rumah sakit, tamu yang datang menengok memang relatif lebih bisa diatur dengan adanya jam kunjungan yang sudah ditetapkan. Selain itu, bayi pun lebih banyak dirawat di kamar bayi oleh perawat. Dengan demikian, efek buruk relatif kecil. Namun bila sudah pulang ke rumah, otomatis perawatan bayi sepenuhnya ada di tangan orang tuanya. Di sisi lain, yang datang menengok pun tak bisa diatur dengan jam kunjungan, kan?
Nah, berikut ini 3 kebiasaan buruk para tamu yang mesti diwaspadai:
1. MENCIUM BAYI
Kebiasaan ini jelas tak menguntungkan si kecil. Masalahnya, bayi baru lahir memiliki imunitas atau daya tahan yang sangat lemah, karena memang pembentukan sistem kekebalannya belum selesai. Sedangkan kita tahu, banyak sekali penularan penyakit yang terjadi melalui perantaraan butiran ludah halus (droplet) yang terisap dan masuk ke saluran napas.
Hingga, bila diantara para tamu ada yang kurang sehat, semisal agak pilek sedikit, tentu si kecil bisa ikut tertular dan akhirnya sakit. Padahal kalau bayi baru lahir sakit, mudah sekali merembet ke organ lainnya.
Namun untuk melarang tamu agar tak menyentuh si kecil, tak mudah dilakukan. Salah - salah malah dianggap sombong dan tak menghargai tamu. Apa boleh buat, kita harus pintar - pintar menghadapinya. Katakan dengan sopan, sebaiknya ia tidak terlalu dekat dengan si bayi. Atau, bisa juga si ibu menyediakan masker penutup mulut dan hidung, sehingga bila si tamu tetap berkeinginan untuk berdekatan dengan si kecil, mintalah ia untuk menggunakan masker tersebut.






